logo
Champions League Logo
Europa League Logo

FIFA Menolak Untuk Memulai Liga Champions

FIFA Menolak Untuk Memulai Liga Champions - by Dokter Bola

Liga Champions – Empat dari lima Liga domestik Papan Atas Eropa merencanakan untuk kembali melangsungkan pertandingan musim 2019-2020 dalam waktu dekat. Tapi rencana itu tidak dianjurkan untuk dilaksanakan oleh kepala medis FIFA, Michel D’Hooghe.

Seperti yang diketahui, tidak sedikit kompetisi di Eropa, dan dunia secara keseluruhan, mesti dihentikan sementara. Hal ini disebabkan oleh pandemi virus Corona yang sedang merajalela di sekian banyak  negara.

Virus Corona tidak pandang bulu. Kompetisi papan atas laksana English Premier League, La Liga, Serie A, bahkan sampai Liga Champions dan Liga Europa sekalipun mesti merasakan akibat dari wabah ini.

Belakangan ini, firasat positif mulai tampak di sekian banyak  negara. Kompetisi papan atas juga mulai mencari teknik untuk segera melanjutkan pertandingan walau dengan skema tanpa penonton.

FIFA Tidak Menyarankan

Bundesliga dapat menjadi persaingan kesatu yang pulang digelar. Pihak pelaksana berencana menggelar laga kesatu pasca pandemi virus Corona pada mula bulan Mei mendatang.

Sayangnya, rencana itu tidak menemukan reaksi positif dari D’Hooghe. Ia tidak menyarankan persaingan dilanjutkan sangat tidak hingga musim panas nanti.

“Saya bakal merasa paling senang andai kami dapat memulai, dengan teknik yang konvensional, kejuaraan berikutnya dan tidak butuh mempunyai apapun sebelum memulai musim depan,” ujarnya seperti dikutip ligachampions.co dari Telegraph.

“Jika mereka dapat memulai musim 2020/21 di akhir bulan Agustus nanti atau permulaan September maka saya bakal merasa senang. Dengan begitu mereka dapat menghindari serangan kedua dari virus, yang dapat saja terjadi lagi,” lanjutnya.

Waktunya Nyawa Diutamakan

Berdasarkan pengalamannya, D’Hooghe tahu bahwa manusia pada dasarnya akan lebih memprioritaskan aspek ekonomi dibandingkan kesehatan. Tapi untuk ketika ini, ia bercita-cita publik bisa lebih konsentrasi terhadap kesehatan mereka sendiri.

“Sepanjang profesi, saya melihat tidak sedikit situasi di mana ada ekuilibrium antara ekonomi dan kesehatan. Seringnya ekonomi menang dari kesehatan, terlepas dari masalah jet-lag atau bermain di elevasi atau situasi yang ekstrim semacam polusi,” tambahnya.

“Jika ada kondisi di mana pernyataan medis seharusnya menang melawan pernyataan ekonomi, sekarang adalah saatnya. Ini bukan hanya soal uang, tapi juga soal hidup dan kematian. Sederhana sekali,” pungkasnya.

Leave a comment